Sabtu, 29 Mei 2010

Kokoh Berdiri Patung Pahlawan

Patung Jenderal Sudirman monumen Jenderal Sudirman yang dibangun dan dibiayai sendiri oleh almarhum Roto Suwarno, di Bukit Gandrung Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

32 komentar:

  1. Sudirman adalah tokoh besar bangsa Indonesia...di TNI beliau dijuluki Panglima Besar....Yg perlu dicermati adalah motif penjualan itu semata-mata materi belaka atau ketidakpuasan si empunya terhadap perhatian dari pemerintah..mohon tanggapannya...

    BalasHapus
  2. ini penting dilakukan, yaitu duduk bersama antara pemerintah maupun ahli warisan terhadap bangunan bersejarah dan patung perunggu.
    ini salah satu akibat dari tiada kejelasan dalam pengelolaan warisan budaya bangsa.


    Joe Marbun

    BalasHapus
  3. pemerintah seharusnya sadar...
    jangan hanya memperhatikan pembangunan saja...
    tapi juga mempertahankan sejarah indonesia..
    PANGLIMA BESAR JENDRAL SUDIRMAN adalah pelaku sejarah INDONESIA...
    ingat kata PADUKA YANG MULIA PANGLIMA TERTINGGI PRESIDEN SOEKARNO
    JASMERAH..JAngan Sekali-sekali MElupakan sejaRAH

    BalasHapus
  4. setuju dengan "santos", jangan sekali2 melupakan sejarah, Jend. Sudirman adalah PAHLAWAN Indonesia!

    BalasHapus
  5. sayang sungguh disayang....

    BalasHapus
  6. Sayang banget jika dijual. Dijual boleh,tp dijual kepihak yang benar dan bertanggungjawab,jangan dijual ketangan yang salah,apalagi pihak asing,nanti malah dikomersilkan....

    http://www.riaudailyphoto.com

    BalasHapus
  7. kunjungi blog saya http://www.riaudailyphoto.com

    BalasHapus
  8. I have ever visited this monument in 1998, a year after it was built. Very unfortunate if the monument fell into private hands, even more so to foreign hands, because this is one ofhistorical monument


    Amrih Gunawan

    BalasHapus
  9. hah? yang bener ne??
    mo dijual berapa emang??

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Mungkin ini sebagai salah satu wujud kekesalan bangsa terhadap pemerintah. nbagi pemerintah ini mungkin hal yang tidak penting, karena yang terpenting bagi sebagian dari mereka hanya kenyang saja...

    BalasHapus
  12. sedih banget pas tau berita ini...even gw belum pernah liat patung ini secara langsung.
    klo nonton naga bonar jadi 2 aja, scene dimana naga bonar beri hormat sm patung jend. sudirman di jl. Jend Sudirman, Jakarta gw selalu merinding dan terharu. apalagi kata2nya naga bonar "tidak semua orang perlu kau hormati, turunkan tanganmu jendral" teriak naga bonar kepada patung itu. sumpah mirisss bangett...
    nahh ini mau dijual bebas, well ini benda sejarah bukan barang murahan.
    tolong dipikirkan masak-masak sebelum dijual.

    BalasHapus
  13. Ow....Sungguh sayang Indonesia negara yang begitu besar akan lebih sayang lagi apabila semua anak bangsa dan penguasa negeri ini hanya mengedepankan nafsu dan arogansinya. Cobalah pemerintah perhatikan ahli waris kenapa bisa seperti itu, dan untuk ahli waris jangan sia-siakan nenek moyangmu termasuk orang tua anda yang gigih membela bangsa ini. semoga ini hanya gertakan saja biar pemerintah bangun dari tidurnya, bisa menghargai mereka yang memprakarsai pembangunan monumen tersebut

    BalasHapus
  14. entah ini HOAX atau beneran, tapi kalo emang beneran, semiskin inikah negeri ini sampe benda yang bersejarah sekalipun harus dijual?
    udah lupa sama perjuangan pahlawan sampe akhirnya kita merdeka?
    walau ini hanya patung dan bisu, tapi benda ini punya nilai sejarah!!
    ...bangsa yang besar tidak pernah lupa akan sejarah...
    semoga segera ada titik temu-nya.

    BalasHapus
  15. yayaya selamat bagi kamu orang yang berpikiran untuk melelang ini. Rasa TIDAK MENGHORMATI kamu untuk bangsa Indonesia ini udah bisa diliat jelas. Sebaiknya Anda pindah negara saja, daripada hidup di Indonesia tanpa rasa HORMAT ke negaranya sendiri

    BalasHapus
  16. Soedirman adalah tokoh pejuang kemerdekaan yang pantang menyerah, terbukti sampai ditempat yang sangat terpencil di Pakis Baru pun beliau masih memimpin perjuangan dengan semangatnya. Dan ide Pak Roto Suwarno mendirikan monumen Jenderal Soedirman tersebut patut dihargai jasanya " BUKAN DENGAN MATERI " dan tentuan beliau tidak terbersit dikemuadian hari akan minta ganti rugi dari Pemerintah.Tapi sayangnya Pak Roto Suwarno telah almarhum,,,,,,

    BalasHapus
  17. Ini bener2 Keren

    Sama sama gak malu s
    sama-sama minta imbalan
    waduh

    Buat pak Dirman Allahummagh fir lahu
    warhamhu
    wa'aafihi wa'fu'anhu

    al-Faatihah...

    BalasHapus
  18. Sayang sekali, perhatian pemerintah amat sangat kurang sekali terhadap pahlawan2x indonesia. mereka lupa akan jerih payah para pahlawan dalam memerdekakan negeri ini. Tetap jaya bangsaku tetap merdeka pahalawanku..... oleh sebab itu mari ajak anak2x kita untuk menghargai jasa-jasa pahlawannya. mari didik anak-anak kita dengan media bermanfaat. sperti di vcdanakmuslim.com

    BalasHapus
  19. bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat akan sejarah bangsanya..
    kok malah dilelang..????

    BalasHapus
  20. Kalau dilelang saya setuju, karena saya melihat selama ini tempat ini tidak begitu terawat dan beberapa kondisi sudah mulai rusak. Entah itu karena kewalahan dalam merawatnya atau tidak ada dana untuk merawatnya. Saya berharap nantinya tempat bersejarah ini bakal terawat oleh pemenang lelang. Entah nantinya mau dikomersilkan atau bagaimana... yang penting tempat ini dapat terawat dan dilestarikan... IMHO

    BalasHapus
  21. Ingat lah semboyan ini
    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya.
    Gimana indonesia mau jadi bangsa yang besar....?Kalau jasa pahlawanya " meskipun hanya dalam bentuk PATUNG " mau di jual juga....?

    BalasHapus
  22. setuju aja dijual............. boleh2 aja dan tidak perlu ditanggapi serius..............
    Masih ada yg jauh lebih penting dari itu........

    Memang sejatinya nda perlu ada hal begituan di Pacitan...

    (LASKAR SOEDIRMAN REMBANG) Rembang Purbalingga Jawa Tengah

    BalasHapus
  23. Mungkin penjualan itu adalah hak karena pembangunannya di biayai oleh Roto Suwarno, tetapi apakah memang harus kita melupakan awal niat pembangunan Monumen tersebut?niat mengenang atas jasa Jendral besar yang sangat disegani oleh para Penjajah. Atau niat menjual itu hanya semata-mata karena "Sifat Materialistis" para ahli waris saja?itu sama saja mejual harga diri Roto Suwarno.

    BalasHapus
  24. Sekarang berpikir realistis saja lah... mengapa dijual, pasti ada alasannya...
    Untuk membiayai perawatan patung segede itu apakah dananya sedikit?
    Kalau pada belum pernah liat kondisi patung itu sekarang, lihat lah ke sana... agar tau kondisinya...
    Kalau kita masih saja bergantung pada pemerintah, apakah pemerintah selama ini mau? apakah pemerintah selama ini peduli? melirik saja saya rasa tidak. kenyataan lebih sering bicara disini...
    COntoh saja batu malin kundang... Borobudur... dan tempat2 bersejarah lainnya. Apakah pemerintah peduli?
    Jangan memikirkan itu dahulunya bagaimana...
    Kalau cerdas... lebih baik berpikir bagaimana caranya agar bisa terawat tanpa campur tangan pemerintah. Kalau ada kolektor barang antik yang berminat, saya rasa malah perlu bersyukur. Karena pasti akan tetap terawat. Kalau pemerintah mau membeli, ya silahkan. Lestarikan peninggalan masa lalu demi anak cucu kita nantinya.

    Think Positif, Say Positif, Do Positif

    BalasHapus
  25. Sebagai warga pacitan saya menolak jika patung jendral soedirman dilelang

    BalasHapus
  26. masa negara harus terus memperhatikan kelayakan hidup ahli warisnya..? kalau mau sejahtera, kerja dong..! Berusaha dong..! jangan terlalu banyak menuntut dari negara, wahai kaum pemalas..!!!

    BalasHapus
  27. sungguh sangat d sayangkan bangunan bersejarah bangsa ini hrs d perjual belikan,bangsa yg besar bangsa yg ingt pada jasa para pahlawan.pemerintah hrs cpt tanggap jgn sampai bangsa asing menguasai persada ini.jgn hanya gedung2 bsr yg d bangun,perhatikan jg situs2 sejarah.aku bangga jd anak indonesia

    BalasHapus
  28. Saya sangat tdk setuju apabila monumen Jenderal Sudirman di lelang, apalagi kepada pihak asing yang mereka pasti akan ad niat niat yang tdk diinginkan, krn kalau di lelang dgn hrga 40 milyar itu sangatlah kecil buat pihak asing yang memiliki dana bermilyar milyar bahkan bertrilyun trilyun, ingat sejarah adalah sangat mahal jgn hanya memikirkan materi aja..lebih baik duduk bersama dan dibicarakan secara baik baik dengan pihak pemerintah bahkan mungkin dengan pak SBY beliau pasti ada solusi untuk ini...

    BalasHapus
  29. waduh, situs sejarah kok mau di lelang ??? kayanya pemerintah harus segera turun tangan agar masalanya cepat selesai

    BalasHapus
  30. JANGAN DIJUAL JENDRAL KU...NKRI HARGA MATI!!!!!!!!!!!!!!!!1

    BalasHapus
  31. kembali saya katakan bahwa silakan saja di lelang meski murah. Segala hal yang tujuan awalnya tidak jelas dengan konsep yang tidak terukur, ya akan menghasilkan hal semacam itu. Sama sekali tidak ada hubungannya antara lelang itu dengan patriotisme atau apalagi NKRI, kami undang semuanya untuk mari duduk bersama di Monumen Tempat Lahir Jendral Soedirman di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Ada hal yang sangat berbeda dengan itu. LASER (Laskar Soedirman Rembang Purbalingga).

    BalasHapus